/ 22
Bagaimana Cara Merawat Bayi Yang Baru Lahir?
Kebanyakan, bayi yang baru lahir memiliki tubuh yang tidak proporsional. Ukuranke p al a dan badannya tidak
sebanding. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat bayi yang baru lahir :
1.Agar kepala berbentuk bulat, atur posisikep al a bayi saat tidur.
2.Bersihkan noda yang berada di kepala bayi denganm i nya k atau babyoil. Setelah bersih, Anda dapat
membersihkan kepalanya menggunakan sampo anti sabore yang mengandung sulfur.
3. Rangsang mata bayi dengan menggerak-gerakkan mata boneka. Ia cenderung membuka mata lebih
lebar ketika sedang digendong tegak.
4.Bersihkankemaluan bayi dari darah ataulendir dengan kapas basah.
Inveksi Kulit akibat Virus
Infeksi Virus
Penyakit kulit yang termasuk infeksi virus yaitu:
1. Cacar Air
Disebabkan Varicella Zoster Virus (VZV). Cacar air berbeda dengan cacar atau infeksi
kulit yang disebabkan virus variola. Cacar air ditularkan melalui udara atau berpindahnya
isi cairan. Jika masih stadium lenting-lenting isi air, harus dijaga agar lenting-lenting itu
tidak pecah. Karena, bila tidak pecah dan diberi obat yang baik, maka akan direabsorbsi
oleh tubuh hingga tidak meninggalkan bekas.
Bayi/anak yang pernah terinfeksi VZV akan mengalami kekebalan tetapi kekebalan ini
sifatnya hanya sebagian. Jadi, suatu saat bayi/anak dapat terinfeksi VZV lagi. Pada
infeksi pertama, VZV menyebar melalui aliran darah dan saat penyembuhan virus akan
berdiam di simpul saraf. Jika suatu saat bayi/anak tersebut berkontak lagi dengan VZV
dan kebetulan kondisi tubuhnya sedang menurun, dapat terjadi infeksi Herpes Zoster
(cacar ular). Pada keadaan ini, terjadi reaktivasi VZV dan virus akan keluar dari tempat
persembunyian, lalu menyebar mengikuti persarafan kulit yang terkena.
2. Moluskum Kontagiosum (MK)
Penyakit kulit ini cirinya mirip kutil, namun pada Moluskum Kontagiosum permukaan
kulit terasa halus, berbeda dengan kutil yang kasar. Isinya seperti jerawat batu tapi lebih
gendut, dengan bagian tengah berbentuk agak cekung. Biasanya Moluskum Kontagiosum
sulit diketahui awam, bahkan dokter umum pun kadang salah menganalisa. Moluskum
Kontagiosum sangat infeksius, jika ada satu, lalu si kecil garuk-garuk, akan menyebar ke
mana-mana.
Cara mencegahnya cukup dengan menjaga higiene kulit dan mencegah kontak dengan
penderita.
Noninfeksius
Noninfeksius berupa kelainan akibat gangguan hormonal, gangguan pigmentasi, kelainan
yang didasari alergi-imunologi dan tumor kulit, serta kelainan sistemik yang disertai
gejala kulit.
Eksim Popok
Eksim popok adalah kelainan kulit yang timbul akibat radang di daerah tertutup popok.
Penyakit ini umumnya timbul pada lipatan-lipatan kulit paha, di antara kedua pantat, dan
dapat timbul di bagian kulit lain. Bagian yang tertutup popok mudah mengalami
peradangan karena kulit menjadi hangat dan lembab, peka terhadap bakteri serta senyawa
yang dapat mengiritasinya. Eksim popok juga dapat muncul karena adanya zat-zat tajam,
yang biasanya ada di dalam feces bayi, yang menimbulkan peradangan di sekitar anus.
Bercak ini umumnya terjadi bila si bayi diare.
Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik dapat disebut juga eksema konstitusional, aksema fleksural,
neurodermatitis diseminata, prurigo besnier. Penyebabnya yaitu terdapat stigmata atopi
(herediter) pada bayi berupa rinitis alergi, asma bronkial, hay fever, alergi terhadap
berbagai alergan protein, reaksi abnormal terhadap perubahan suhu dan ketegangan.
Penyakit ini biasanya sangat gatal, kulit terlihat kemerahan dan terdapat gelembung-
gelembung kecil berisi cairan jernih. Bila pecah akan tampak basah kemudian mengering
dan menjadi koreng kekuningan atau kehitaman. Eksim ini terdapat pada kulit daerah
tertentu sesuai dengan usia anak. Misalnya pada bayi banyak ditemukan di daerah pipi
yang berkontak dengan payudara, secara salah sering disebut eksema susu, sedangkan
pada anak di daerah lekukan lengan dan kedua lekukan lutut. Di luar daerah tersebut
kulitnya kering dan bersisik.
Biang Keringat
Biang keringat merupakan keluhan umum yang sering ditemukan pada bayi dan balita.
Biang keringat timbul di daerah dahi, leher, dan bagian tubuh yang tertutup pakaian.
Gejalanya yaitu rasa gatal, dapat disertai kulit kemerahan dan gelembung berair kecil-
kecil. Penyakit ini biasa kambuh berulang, terutama bila udara panas dan berkeringat.
1. Definisi
Penyakit kulit adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan jaringan penutup
permukaan tubuh, seperti kulit yang sering terjadi dan bersifat relatif ringan. Meskipun
bersifat relatif ringan, apabila tidak ditangani secara serius, maka hal tersebut dapat
memperburuk kondisi kesehatan bayi dan anak.
2. Epidemiologi
Penyakit kulit terdapat di seluruh dunia dan dapat menyerang baik laki-laki dan
perempuan. Pada beberapa penyakit kulit seperti staphylococcal scalded skin syndrome,
laki-laki lebih banyak terserang daripada wanita.
3. Penyebab
Penyebab penyakit kulit, yaitu bakteri (kuman gram positif staphyllococcus,
streptococcus β hemolyticus grup A), virus (Varicella Zoster Virus (VZV)), jamur
(dematormikosis, kandidosis) dan infestasi oleh parasit. Selain itu gangguan hormonal,
gangguan pigmentasi, kelainan yang didasari alergi-imunologi dan tumor kulit, serta
kelainan sistemik yang disertai gejala kulit dapat menyebabkan terjadinya penyakit kulit
tersebut. Penyebabnya bisa juga karena higiene kulit bayi kurang terawat.
4. Patofisiologi
Higiene yang kurang dan menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan bakteri, virus,

jamur dan parasit mudah masuk ke dalam tubuh. Pada penyakit kulit yang disebabkan
oleh bakteri dan virus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Sedangkan pada penyakit kulit akibat infestasi parasit seperti sarcoptes scabiei yang
hidup dirambut dan bertelur disana. Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa
dan dewasa. Kelainan kulit yang timbul akibat dari garukan gatal akibat sensitisasai
terhadap sekret dan ekskret sarcoptes kurang lebih sebulan setelah infestasi. Pada saat itu
kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dll.
Gerukan dapat menimbulkan erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder.
Pada saat anak merasa takut, mainan adalah salah satu hal yang dapat menghibur anak
tersebut. Ketika anak sakit misalnya, mainan yang mereka sukai dan memadai pula untuk
kondisi mereka dapat digunakan sebagai pendamping mereka, sehingga ada hiburan yang
mereka rasakan. Selain itu mainan juga dapat mengalihkan perhatian dari stress yang
anak alami.
Para orang tua tidak hanya berkewajiban memenuhi keingan anak akan mainan yang
mereka inginkan, melainkan memperkenalkan pula mainan tersebut pada mereka.
Memfungsikan mainan tersebut sebagai suatu pendidikan dan pembentukan karakter
anak. Seperti memperkenalkan warna, bentuk, kegunaan, dan lain-lain yang terdapat
pada mainan tersebut.
Asyiknya bermain pada usia anak….
Kita tentu masih ingat bagaimana kita sangat tertarik pada sesuatu yang baru ketika kita
masih kecil. Rasa ingin tahu yang besar pada anak, membuat seorang anak akan terus
mencoba dan memahami apa yang ada disekitarnya. Segala hal yang terlihat menarik
bagi anak akan membuat rasa penasaran yang besar pada anak, tanpa tahu hal tersebut
baik atau tidak bagi mereka. Pengawasan orang tua sangat penting disini untuk
membantu anak memahami apa yang mereka temukan.
Bermain juga merupakan salah satu proses pendalaman karater sejak dini pada anak. Saat
bermain, anak akan mengenal instrument-intrument (mainan) yang digunakan sehingga
membuat anak mengerti fungsi dari instrument tersebut.
Bagaimana memilih mainan pada anak???
Memilih mainan pada anak diperlukan untuk mengarahkan anak pada hal positif. Kita
perlu mempertimbangkannya dari beberapa faktor, seperti: jenis kelamin, usia, dan
tingkah laku atau bakat anak. Karena itulah orang tua harus selalu mengawasi
perkembangan anaknya.
Jenis Kelamin
Anak perempuan cenderung lebih memilih mainan yang bersifat lembut dan penuh kasih






0 komentar:
Posting Komentar